//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: sila ke 3  (Read 25432 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #30 on: 16 July 2011, 11:00:55 PM »
Persoalannya bukan bisnis menjadi sah atau tidak. Tetap apakah melanggar sila ke-3 atau tidak.
Apakah Buddha pernah menyarankan profesi apa pun selain samana?

walaupun tidak pernah menyarankan suatu profesi tapi sebaliknya ada menjelaskan profesi yg sebaiknya dihindari.

argumen dari bro tuwino sudah mengantisipasi pelanggaran sila 3 ini, dengan pertanyaan yg diajukan oleh si pelacur, jadi dimanakah letak pelanggarannya?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: sila ke 3
« Reply #31 on: 16 July 2011, 11:03:03 PM »
lucunya pernyataan spt ini dapat membikin malu komunitas yang disebutkan oleh TS di atas

bukan hanya itu bro,menyebutkan pelacur saja dianggap tidak kreatif bahkan langsung di beri komentar sinis dan dikatakan tidak bermutu , kenapa sutta yang membahas hal seperti ini tidak dihapuskan saja jika membuat umat buddhisme malu  :-?
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: sila ke 3
« Reply #32 on: 16 July 2011, 11:08:25 PM »
perbuatan asusila, berarti kan melanggar sila ke-3 bro... mang ada asusila yg tidak melanggar sila ke-3 ? masalah ada bhikkhu yg mengatakan melanggar ato tidak, dato' tidak ambil pusing, tp secara pribadi, dato' lebih berpendapat bahwa pelacuran merupakan suatu perbuatan adhamma dan melanggar sila ke-3 serta bukan pekerjaan yg benar, jika memang pelacuran bukan merupakan suatu hal buruk, tentu nya buddha akan menganjurkan untuk melakukan pekerjaan demikian...

emang byk pro dan kontra, salah satu nya pernah dibahas oleh bro Wira yg mengulas dr sisi cerita buddhist. tp bagi dato' pribadi, kita liat aja moral n etika yg berlaku di masyrakat kita di negara ini, bahwa pelacuran merupakan suatu tindakan asusila/yg melanggar sila ke-3 dan merupakan pekerjaan yg tidak dibenarkan, begitu pula hukum yg belaku (perda-perda) yg tidak membenarkan adanya pelacuran...

lantas faktor2 mana saja yang mempengaruhi jika pelacur dianggap melanggar sila ke 3?

jika menurut pendapat saya hal tersebut tidak melanggar , namun menimbulkan kemerosotan dalam dhamma bagi kita yang berumat buddhis
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: sila ke 3
« Reply #33 on: 16 July 2011, 11:11:18 PM »
AH, gitu aja kok bingung. jelas-jelas pelacur itu tidak melanggar sila ke-3.

soal mudah begini kok dibikin susah.

Offline Huiono

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 492
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
  • Hmm...
Re: sila ke 3
« Reply #34 on: 16 July 2011, 11:15:10 PM »
walaupun tidak pernah menyarankan suatu profesi tapi sebaliknya ada menjelaskan profesi yg sebaiknya dihindari.

argumen dari bro tuwino sudah mengantisipasi pelanggaran sila 3 ini, dengan pertanyaan yg diajukan oleh si pelacur, jadi dimanakah letak pelanggarannya?
Ya. Tentu tidak ada pelanggaran sila ke-3 jika kondisi yang mendukung pelanggaran tidak ada.
Mengenai bisnis, di beberapa negara pelacuran adalah suatu bisnis legal. Jadi, masalah penerimaan terhadap profesi tertentu lebih ditentukan oleh kesepakatan umum.
"During times of universal deceit, telling the truth becomes a revolutionary act"
                                                                                                   -George Orwell

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: sila ke 3
« Reply #35 on: 16 July 2011, 11:35:10 PM »
AH, gitu aja kok bingung. jelas-jelas pelacur itu tidak melanggar sila ke-3.

soal mudah begini kok dibikin susah.

dari mana anda mengatakan tidak melanggar sila, tolong berikan referensi , faktor yang mempengaruhi yang dapat di pertanggung jawabkan, dan hal ini bagi saya bukan hal mudah yang di bikin susah , jika memang anda mampu jelaskan!
« Last Edit: 16 July 2011, 11:51:07 PM by wang ai lie »
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.553
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: sila ke 3
« Reply #36 on: 17 July 2011, 04:01:31 AM »
AH, gitu aja kok bingung. jelas-jelas pelacur itu tidak melanggar sila ke-3.

soal mudah begini kok dibikin susah.

Menurut gw Pelacur malah bisa masuk kategori pelanggaran sila pertama.
Dapatkah bro Satria menjawab secara logika kenapa bisa begitu ?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: sila ke 3
« Reply #37 on: 17 July 2011, 05:31:07 AM »
saya ternyata telah salah, aturan bukan sila ke 3 yang saya tanyakan dan saya minta untuk di nilai oleh bro satria  :-?

 [at] mbah shaceng , lebih baik bro satria di minta mendalami Musavada veramani sikkhapadam samadiyami. ;D
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: sila ke 3
« Reply #38 on: 17 July 2011, 06:04:04 AM »
saya ternyata telah salah, aturan bukan sila ke 3 yang saya tanyakan dan saya minta untuk di nilai oleh bro satria  :-?

 [at] mbah shaceng , lebih baik bro satria di minta mendalami Musavada veramani sikkhapadam samadiyami. ;D

jangan-jangan ada juga orang yang tidak bisa membedakan berbohong dan mengkhayal  :))
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #39 on: 17 July 2011, 07:27:00 AM »
Persoalannya bukan bisnis menjadi sah atau tidak. Tetap apakah melanggar sila ke-3 atau tidak.
Apakah Buddha pernah menyarankan profesi apa pun selain samana?

Apakah Samana adalah profesi?

Offline Huiono

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 492
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
  • Hmm...
Re: sila ke 3
« Reply #40 on: 17 July 2011, 09:10:08 AM »
Quote from: Huiono
Perbuatan/ pekerjaan apa pun, dengan cara memuaskan nafsu, akan mendukung kelahiran di alam rendah. Termasuk maturbasi/ onani. Dalam kasus ini pikiran, ucapan dan perbuatan dilakukan oleh diri sendiri.

Jika suatu perbuatan melibatkan makhluk lain, maka akan menghasilkan akibat bukan hanya diri sendiri tetapi makhluk yang terlibat di dalamnya. Jadi sederhananya, Pancasila mengingatkan agar tidak mempengaruhi/ melibatkan/ memaksa makhluk lain melakukan suatu perbuatan yang tercela.

Pelacur, sebagai sebuah pekerjaan tidak melanggar sila 3. Dengan syarat, dia tahu pelanggan tidak di bawah perlindungan orang tua (di bawah umur) dan atau belum berkeluarga (menikah). Melakukan hubungan intim tanpa paksaan/ ancaman.

Kalau begitu, berarti boleh jadi pelacur kalau diijinkan? Memangnya ada yang mau jadi pelacur?! Sama seperti orang tidak ingin jadi tukang becak atau tukang sampah!

Quote from: Indra
apakah ini termasuk pekerjaan seperti pelukis, penyanyi, dll?
Perhatikan baik2 quote yang anda ambil secara separuh, lalu hubungankan dengan pertanyaan anda tanyakan. Tidak ada pernyataan suatu profesi/ pekerjaan menyebabkan pelanggaran sila. Yang ada adalah perbuatan (bisa disebabkan profesi apa pun), mempunyai potensi pelanggaran sila jika sampai melibatkan/ mempengaruhi/ memaksa makhluk lain.

Apa penjelasan itu tidak cukup jelas sehingga perlu ditanyakan; apakah ini termasuk pekerjaan seperti pelukis, penyanyi, dll?
Dan jawaban saya; pelukis, penyanyi, dll juga termasuk profesi yang berpotensi melakukan pelanggaran sila.
Ini jawaban yang tepat untuk pertanyaan anda berdasarkan quote yang anda ambil secara separuh.

Dan anda seperti mengubah pertanyaan.
Quote from: Indra
bukan perbuatan plagiat/pencuriannya yg saya maksudkan? bagaimana dengan pelukis yg tidak melakukan perbuatan plagiat/pencurian tersebut dan tidak melukis dgn tujuan menipu?

ini sama seperti pertanyaan: apakah pembuat pisau melakukan pembunuhan?
Anda yang salah atau saya? Anda mengambil quote secara separuh dan memberikan pertanyaan singkat yang merujuk pada penjelasan di atas kan?
Atau berupa pertanyaan yang sama sekali baru? Jika begitu buat apa anda pakai quote (dan separuh lagi)?
Untuk pertanyaan ini, baca contoh pada pelacur sebagai pekerjaan. Apakah pelacur sebagai pekerjaan saya bilang melanggar sila ke-3? Kenapa saya hanya pakai contoh pelacur dengan hubungannya tehadap pelanggaran sila ke-3? Karena memang topiknya ini. Bukan pelukis, penyanyi, dll.

   
Quote from: Huiono
Persoalannya bukan bisnis menjadi sah atau tidak. Tetapi apakah melanggar sila ke-3 atau tidak.
    Apakah Buddha pernah menyarankan profesi apa pun selain samana?

Quote from: Indra
Apakah Samana adalah profesi?
Apakah kalimat itu menyatakan samana sebagai profesi? Sayangnya itu adalah kalimat ambigu. Bisa iya, bisa tidak. Dan jika menurut anda bukan, tolong sarankan pada pembuat KTP untuk menghilangkan informasi pekerjaan pada KTP para bhikkhu. Biasanya ditulis; Pekerjaan: Rohaniawan.
Apakah rohaniawan itu sudah pasti bhikkhu? Apakah bhikkhu itu pasti samana? Atau apa? Atau apa? Bukan itu kan yang penting?
« Last Edit: 17 July 2011, 09:11:47 AM by Huiono »
"During times of universal deceit, telling the truth becomes a revolutionary act"
                                                                                                   -George Orwell

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #41 on: 17 July 2011, 09:19:24 AM »

Perhatikan baik2 quote yang anda ambil secara separuh, lalu hubungankan dengan pertanyaan anda tanyakan. Tidak ada pernyataan suatu profesi/ pekerjaan menyebabkan pelanggaran sila. Yang ada adalah perbuatan (bisa disebabkan profesi apa pun), mempunyai potensi pelanggaran sila jika sampai melibatkan/ mempengaruhi/ memaksa makhluk lain.

Apa penjelasan itu tidak cukup jelas sehingga perlu ditanyakan; apakah ini termasuk pekerjaan seperti pelukis, penyanyi, dll?
Dan jawaban saya; pelukis, penyanyi, dll juga termasuk profesi yang berpotensi melakukan pelanggaran sila.
Ini jawaban yang tepat untuk pertanyaan anda berdasarkan quote yang anda ambil secara separuh.

Dan anda seperti mengubah pertanyaan.Anda yang salah atau saya? Anda mengambil quote secara separuh dan memberikan pertanyaan singkat yang merujuk pada penjelasan di atas kan?
Atau berupa pertanyaan yang sama sekali baru? Jika begitu buat apa anda pakai quote (dan separuh lagi)?
Untuk pertanyaan ini, baca contoh pada pelacur sebagai pekerjaan. Apakah pelacur sebagai pekerjaan saya bilang melanggar sila ke-3? Kenapa saya hanya pakai contoh pelacur dengan hubungannya tehadap pelanggaran sila ke-3? Karena memang topiknya ini. Bukan pelukis, penyanyi, dll.

   
Apakah kalimat itu menyatakan samana sebagai profesi? Sayangnya itu adalah kalimat ambigu. Bisa iya, bisa tidak. Dan jika menurut anda bukan, tolong sarankan pada pembuat KTP untuk menghilangkan informasi pekerjaan pada KTP para bhikkhu. Biasanya ditulis; Pekerjaan: Rohaniawan.
Apakah rohaniawan itu sudah pasti bhikkhu? Apakah bhikkhu itu pasti samana? Atau apa? Atau apa? Bukan itu kan yang penting?

kalau begitu apakah anda setuju bahwa bisnis berpotensi pelanggaran sila dalam profesi pelacuran sama dengan potensi pelanggaran sila pada profesi misalnya pedagang beras?

pertanyaan "apakah samana adalah suatu profesi?" saya ajukan sehubungan dengan pernyataan anda "Apakah Buddha pernah menyarankan profesi apa pun selain samana?" yg bermakna bahwa "Sang Buddha pernah menyarankan profesi sebagai samana."

Offline Huiono

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 492
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
  • Hmm...
Re: sila ke 3
« Reply #42 on: 17 July 2011, 09:38:24 AM »
kalau begitu apakah anda setuju bahwa bisnis berpotensi pelanggaran sila dalam profesi pelacuran sama dengan potensi pelanggaran sila pada profesi misalnya pedagang beras?

pertanyaan "apakah samana adalah suatu profesi?" saya ajukan sehubungan dengan pernyataan anda "Apakah Buddha pernah menyarankan profesi apa pun selain samana?" yg bermakna bahwa "Sang Buddha pernah menyarankan profesi sebagai samana."

Saya tidak sekali pun menyatakan profesi A, B, C memiliki potensi yang sama. Ketika kondisi-kondisi yang mendukung pelanggaran hadir, barulah pelanggaran terjadi. Beberapa profesi, kondisinya yang mendukung pelanggaran selalu hadir. Tapi tidak perlu disebutkan, karena topik kita adalah sila ke-3 dan pelacuran.

Jika anda menangkap pertanyaan ambigu; "Apakah Buddha pernah menyarankan profesi apa pun selain samana?"
sebagai pernyataan bahwa samana adalah profesi, itu juga tidak masalah. Kan itu sudah dijelaskan sebelumnya. Bahwa tidak penting anda melihatnya sebagai profesi atau tidak.
Begini, kata 'selain' itu tidak sama dengan 'kecuali'. Meskipun penggunaannya terlihat sama. 'selain' itu berarti lain dari/ berbeda dari. Dengan kata lain, "Apakah Buddha pernah menyarankan profesi apa pun selain samana?" bisa berarti, "Buddha hanya menyarankan seseorang menjadi samana."
Kebebasan berpikir, menafsir dan menanggapi adalah sepenuhnya terserah pada anda. Atau kepada siapa saja.
"During times of universal deceit, telling the truth becomes a revolutionary act"
                                                                                                   -George Orwell

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.819
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #43 on: 17 July 2011, 09:42:54 AM »
Saya tidak sekali pun menyatakan profesi A, B, C memiliki potensi yang sama. Ketika kondisi-kondisi yang mendukung pelanggaran hadir, barulah pelanggaran terjadi. Beberapa profesi, kondisinya yang mendukung pelanggaran selalu hadir. Tapi tidak perlu disebutkan, karena topik kita adalah sila ke-3 dan pelacuran.

ya anda memang tidak menyatakan, itulah sebabnya saya menanyakan, sekedar untuk mengetahui pendapat anda.

Quote
Jika anda menangkap pertanyaan ambigu; "Apakah Buddha pernah menyarankan profesi apa pun selain samana?"
sebagai pernyataan bahwa samana adalah profesi, itu juga tidak masalah. Kan itu sudah dijelaskan sebelumnya. Bahwa tidak penting anda melihatnya sebagai profesi atau tidak.
Begini, kata 'selain' itu tidak sama dengan 'kecuali'. Meskipun penggunaannya terlihat sama. 'selain' itu berarti lain dari/ berbeda dari. Dengan kata lain, "Apakah Buddha pernah menyarankan profesi apa pun selain samana?" bisa berarti, "Buddha hanya menyarankan seseorang menjadi samana."
Kebebasan berpikir, menafsir dan menanggapi adalah sepenuhnya terserah pada anda. Atau kepada siapa saja.

bukan mengenai selain atau kecuali, ini memang agak OOT dan anda boleh tidak menjawabnya. yg saya tanyakan adalah apakah menurut anda "samana" adalah sejenis profesi? karena saat ini memang banyak orang yg mencari nafkah dengan menjadi bhikkhu.

Offline Huiono

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 492
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
  • Hmm...
Re: sila ke 3
« Reply #44 on: 17 July 2011, 09:52:43 AM »
ya anda memang tidak menyatakan, itulah sebabnya saya menanyakan, sekedar untuk mengetahui pendapat anda.

bukan mengenai selain atau kecuali, ini memang agak OOT dan anda boleh tidak menjawabnya. yg saya tanyakan adalah apakah menurut anda "samana" adalah sejenis profesi? karena saat ini memang banyak orang yg mencari nafkah dengan menjadi bhikkhu.
Ok. Biar lebih jelas, profesi A,B,C atau X,Y,Z memiliki potensi pelanggaran yang berbeda.

Jika menurut saya, maka samana bukan profesi.
"During times of universal deceit, telling the truth becomes a revolutionary act"
                                                                                                   -George Orwell