//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: sila ke 3  (Read 22568 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
sila ke 3
« on: 16 July 2011, 07:24:47 PM »
Ardi Cohara  [at] WAL: sy hrp anda buat wallpost baru yg khusus menanyakan perihal hal ini kpd para bhikkhu lainnya, selain samanera santacitto jk pendapat samanera santacitto masih blm dapat anda terima..Nmn sy harap anda tdk melegalkan praktek pelacuran dg pandangan/opini anda ini.. Ini menurut saya akan berdampak berbahaya bagi masa depan bangsa dan negara, dan generasi umat buddha pd khususnya..'Kita' juga akan mendapat 'malu'..
------------------------------​------------------------------​------------------------------​----------
untuk melanjutkan permintaan diatas , saya ingin bertanya kepada siapapun yang mengerti , memahami, mengetahui,mengenai sila3 yang berkaitan dengan "pelacur" .apakah pelacur melanggar sila ke 3. karena sebagian orang mengatakan melanggar dan sebagian lagi tidak, jadi yang benar yang mana. untuk para bhikku diharap berkenan memberikan petunjuknya. anumodana _/\_

selain menanyakan hal di atas , saya pun ingin bertanya kepada member DC , sebenarnya apa yang menentukan hal yang melanggar dengan sila ke 3 dan seperti pertanyaan di atas juga. lantas apakah (untuk yang saya bold) umat buddhis akan malu?
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #1 on: 16 July 2011, 07:27:28 PM »
suatu kebenaran tidak ditentukan oleh kondisi malu/tidak malu jika kebenaran itu diungkapkan

Offline dipasena

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Sudah Meninggal
Re: sila ke 3
« Reply #2 on: 16 July 2011, 07:30:50 PM »
klo dari segi etika dalam masyarakat di indonesia pasti akan berdampak, walau di uraikan dengan penjelasan apa pun, tetap saja pelacuran di anggap tindakan asusila...

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: sila ke 3
« Reply #3 on: 16 July 2011, 07:43:49 PM »
benar pelacuran termasuk perbuatan asusila nabe, tetapi apakah melanggar sila ke 3? ada bhikkuyang mengatakan tidak dan ada yang mengatakan melanggar , hal ini bagi umat awam sangat membingungkan, sebenarnya melanggar atau tidak ?

 [at] betara indra. tetapi kenyataan nya , hal pelacur ternyata dapat membuat malu beberapa umat buddhis jika di jadikan suatu pembahasan , contoh di group salah satu FB , banyak pandangan miring tanpa mengenai pokok pembahasannya, yang intinya jika berkaitan dengan pelacur adalah hal yang tidak pantas untuk di bahas
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #4 on: 16 July 2011, 07:52:40 PM »
benar pelacuran termasuk perbuatan asusila nabe, tetapi apakah melanggar sila ke 3? ada bhikkuyang mengatakan tidak dan ada yang mengatakan melanggar , hal ini bagi umat awam sangat membingungkan, sebenarnya melanggar atau tidak ?

IMO, si penguna jasa pelacur lah yg asusila, bukan pelacurnya. apa bedanya si pelacur yg menjual diri dengan para motivator yg juga menjual diri?

Quote
[at] betara indra. tetapi kenyataan nya , hal pelacur ternyata dapat membuat malu beberapa umat buddhis jika di jadikan suatu pembahasan , contoh di group salah satu FB , banyak pandangan miring tanpa mengenai pokok pembahasannya, yang intinya jika berkaitan dengan pelacur adalah hal yang tidak pantas untuk di bahas

jika sebuah kebenaran diungkapkan dan membuat seseorang menjadi malu, apakah kebenaran itu menjadi tidak benar? atau ada sesuatu yg memalukan pada diri orang itu sehubungan dengan kebenaran itu?

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
Re: sila ke 3
« Reply #5 on: 16 July 2011, 08:26:50 PM »
saya berpikir dan berfikir, apa-pun bentuk penyalurannya, tdk berguna bagi perkembangan batin.

kecuali...
Samma Vayama

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #6 on: 16 July 2011, 08:41:12 PM »
saya berpikir dan berfikir, apa-pun bentuk penyalurannya, tdk berguna bagi perkembangan batin.

kecuali...

jangan berpikir. itu bukan keahlian anda

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.118
  • Reputasi: 128
Re: sila ke 3
« Reply #7 on: 16 July 2011, 08:44:40 PM »
jangan berpikir. itu bukan keahlian anda
sadhu  ^:)^
Samma Vayama

Offline Huiono

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 492
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
  • Hmm...
Re: sila ke 3
« Reply #8 on: 16 July 2011, 08:46:45 PM »
Perbuatan/ pekerjaan apa pun, dengan cara memuaskan nafsu, akan mendukung kelahiran di alam rendah. Termasuk maturbasi/ onani. Dalam kasus ini pikiran, ucapan dan perbuatan dilakukan oleh diri sendiri.

Jika suatu perbuatan melibatkan makhluk lain, maka akan menghasilkan akibat bukan hanya diri sendiri tetapi makhluk yang terlibat di dalamnya. Jadi sederhananya, Pancasila mengingatkan agar tidak mempengaruhi/ melibatkan/ memaksa makhluk lain melakukan suatu perbuatan yang tercela.

Pelacur, sebagai sebuah pekerjaan tidak melanggar sila 3. Dengan syarat, dia tahu pelanggan tidak di bawah perlindungan orang tua (di bawah umur) dan atau belum berkeluarga (menikah). Melakukan hubungan intim tanpa paksaan/ ancaman.

Kalau begitu, berarti boleh jadi pelacur kalau diijinkan? Memangnya ada yang mau jadi pelacur?! Sama seperti orang tidak ingin jadi tukang becak atau tukang sampah!
"During times of universal deceit, telling the truth becomes a revolutionary act"
                                                                                                   -George Orwell

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #9 on: 16 July 2011, 09:08:51 PM »
Perbuatan/ pekerjaan apa pun, dengan cara memuaskan nafsu, akan mendukung kelahiran di alam rendah. Termasuk maturbasi/ onani. Dalam kasus ini pikiran, ucapan dan perbuatan dilakukan oleh diri sendiri.

Jika suatu perbuatan melibatkan makhluk lain, maka akan menghasilkan akibat bukan hanya diri sendiri tetapi makhluk yang terlibat di dalamnya. Jadi sederhananya, Pancasila mengingatkan agar tidak mempengaruhi/ melibatkan/ memaksa makhluk lain melakukan suatu perbuatan yang tercela.

apakah ini termasuk pekerjaan seperti pelukis, penyanyi, dll?

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: sila ke 3
« Reply #10 on: 16 July 2011, 09:21:33 PM »
ini adalah asal mula munculnya pembahasan sila [Deleted]

jadi sebenarnya "pelacur" adalah pekerjaan yang tidak melanggar sila ke 3? karena sebagai umat awam takut akan di salahkan jika berpendapat seperti itu, bahkan bisa dianggap beropini pribadi juga berpandangan salah


[mod]Link ke forum diskusi lain, sebaiknya tidak dituliskan.[/mod]
« Last Edit: 18 July 2011, 08:54:34 AM by Kainyn_Kutho »
Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline Huiono

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 492
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
  • Hmm...
Re: sila ke 3
« Reply #11 on: 16 July 2011, 09:27:29 PM »
apakah ini termasuk pekerjaan seperti pelukis, penyanyi, dll?

Termasuk. Ada berbagai macam cara dalam menghadirkan/ membuat lukisan. Atau ada banyak lagu dan cara menyanyikannya. Apa membuat profesi itu jadi istimewa? Di samsara ini tidak ada jalan aman jika berpegang pada keduniawian.

** salah satu sila menganjurkan tidak mendengar musik dan melihat pertunjukan atau hal-hal yang memikat indria.

"During times of universal deceit, telling the truth becomes a revolutionary act"
                                                                                                   -George Orwell

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #12 on: 16 July 2011, 09:29:56 PM »
Termasuk. Ada berbagai macam cara dalam menghadirkan/ membuat lukisan. Atau ada banyak lagu dan cara menyanyikannya. Apa membuat profesi itu jadi istimewa? Di samsara ini tidak ada jalan aman jika berpegang pada keduniawian.

** salah satu sila menganjurkan tidak mendengar musik dan melihat pertunjukan atau hal-hal yang memikat indria.

benar sekali, sila memang menganjurkan demikian, tapi bukan menganjurkan agar tidak membuat lukisan atau tidak menciptakan lagu, jadi apakah membuat lukisan dan membuat lagu termasuk?

Offline dipasena

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Sudah Meninggal
Re: sila ke 3
« Reply #13 on: 16 July 2011, 09:43:39 PM »
Perbuatan/ pekerjaan apa pun, dengan cara memuaskan nafsu, akan mendukung kelahiran di alam rendah. Termasuk maturbasi/ onani. Dalam kasus ini pikiran, ucapan dan perbuatan dilakukan oleh diri sendiri.

perbuatan maturbasi/onani, untuk memuaskan diri sendiri, bukan suatu perbuatan buruk, tp merupakan adhamma...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.563
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: sila ke 3
« Reply #14 on: 16 July 2011, 09:49:56 PM »
perbuatan maturbasi/onani, untuk memuaskan diri sendiri, bukan suatu perbuatan buruk, tp merupakan adhamma...


lucunya pernyataan spt ini dapat membikin malu komunitas yang disebutkan oleh TS di atas