//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Recent Posts

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 10
1
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on Today at 06:43:54 PM »
"Menggerakkan"
2
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on Today at 06:41:52 PM »
Bhante...tolong ajari saya teori untuk menhherakkan benda mati?...saya penasaran bhante
3
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on Today at 06:40:22 PM »
Mengapa setiap buddha memiliki keunggulan tertentu...
Buddha gautama memiliki keunggulan kebijaksanaan sedangkan buddha maitreya memiliki keunggulan cinta kasih?...
Dimasa buddha gautama terdapat banyak mata manusia yang terhalang debu makanya buddha gautama unggul pada kebijaksanaan
Dimasa buddha maitreya saya perkirakan banyak tangan manusia berlumur darah makanya buddha maitreya unggul pada cinta kasih
4
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on 28 September 2022, 06:34:50 PM »
Saya telah menaklukkan"fiona" demi mereka tapi aceh yg dibanana
Sekarang saya tak mau menaklukkan "ians" demi mereka karena pasti balasannya banana.lagi...wakaka...

Demi menghindari " perang nuklir" maka terpaksa saya memberikan rusia solusi yaitu " bermain banana di usa".... ukraina hanya pion....usa adalah dalangnya....secara logika....jika ingin memenangkan perang maka ukraina atau usa yang harus diatasi?....sudah pasti usa yg harus diatasi....

5
Jurnal Pribadi / Re: Hilang nya tempat penyimpanan
« Last post by hexel on 26 September 2022, 11:39:39 PM »
Ada 2 orang yogi ditanyai seorang guru meditasinya...
Apakah tujuan kalian meditasi?
Yogi 1 menjawab untuk mendapatkan abhinna
Yogi 2 menjawab untuk mencapai nibbana
Lalu sang guru menggunakan abhinanya untuk membaca pikiran kedua yogi tersebut.
Dan sang guru menemukan bahwa
Yogi 1 menjawab dengan jujur walaupun tau bakal dianggap sesat
Sedangkan yogi 2 menjawab dengan kebohongan agar tidak dianggap sesat dan agar bisa tetap eksis

Jadi menurut kalian...yogi 1 atau yogi 2 ....pilihan kalian?
6
Sutta Vinaya / Re: Vinaya Pitaka - Bhikkhu Vibhaṅga
« Last post by Indra on 17 September 2022, 10:29:44 AM »
 _/\_ _/\_ _/\_
7
Sutta Vinaya / Adhikaraṇasamatha 1-7
« Last post by Indra on 17 September 2022, 10:29:20 AM »
Koleksi Theravāda tentang Hukum Monastik
Aturan Kebhikkhuan dan Analisisnya

Adhikaraṇasamatha 1-7

PENYELESAIAN PERSOALAN-PERSOALAN HUKUM

Para Mulia, tujuh prinsip penyelesaian persoalan-persoalan hukum ini akan dibacakan.

"Untuk menyelesaikan dan memutuskan persoalan-persoalan hukum kapan pun munculnya terdapat:
Resolusi tatap-muka diterapkan;
Resolusi melalui pengingatan diberikan;
Resolusi karena ketidak-warasan masa lalu diberikan;
Bertindak menurut apa yang telah diakui;
Keputusan mayoritas;
Hukuman lebih jauh;
Menutupi seolah-olah dengan rumput.
Para Mulia, ketujuh prinsip untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hukum ini telah dibacakan. Sehubungan dengan hal ini aku bertanya kepada kalian, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Untuk kedua kalinya aku bertanya, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Untuk ketiga kalinya aku bertanya, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Kalian murni dalam hal ini dan oleh karena itu kalian berdiam diri. Aku akan mengingatnya demikian."

Ketujuh prinsip penyelesaian persoalan-persoalan hukum selesai.

"Para Mulia, pendahuluan telah dibacakan; empat aturan tentang pengusiran telah dibacakan; tiga belas aturan tentang penskorsan telah dibacakan; dua aturan yang tidak ditentukan telah dibacakan; tiga puluh aturan tentang pelepasan dan pengakuan telah dibacakan; sembilan puluh dua aturan tentang penebusan telah dibacakan; empat aturan tentang pengakuan telah dibacakan; aturan-aturan yang harus dilatih telah dibacakan; tujuh prinsip untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hukum telah dibacakan. Sebanyak ini telah diturunkan dan termasuk dalam Kode Monastik Sang Buddha dan untuk dibacakan setiap setengah bulan. Sehubungan dengan ini semua orang harus berlatih dalam kesatuan, dalam kerukunan, tanpa perselisihan."ATURAN-ATURAN PARA BHIKKHU DAN ANALISISNYA SELESAI
8
Sutta Vinaya / Sekhiya 75
« Last post by Indra on 16 September 2022, 09:38:07 PM »
Koleksi Theravāda tentang Hukum Monastik
Aturan Kebhikkhuan dan Analisisnya
Bab tentang Latihan
Sub-bab tentang Sepatu
 
Sekhiya 75. Aturan Latihan tentang Buang Air Besar di Air
 
Kisah Asal-mula

Sub-kisah pertama

Pada suatu ketika Sang Buddha sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Vihara Anāthapiṇḍika. Pada saat itu para bhikkhu dari kelompok enam sedang buang air besar, buang air kecil, dan meludah di air. Orang-orang mengeluhkan dan mengkritik mereka, "Bagaimana mungkin para monastik Sakya buang air besar, buang air kecil, dan meludah di air? Mereka persis seperti para perumah tangga yang menikmati kenikmatan duniawi!"

Para bhikkhu mendengar keluhan orang-orang itu, dan para bhikkhu yang memiliki sedikit keinginan mengeluhkan dan mengkritik mereka, "Bagaimana mungkin para bhikkhu dari kelompok enam melakukan hal ini?" ... "Benarkah, para bhikkhu, bahwa kalian melakukan hal ini?"

"Benar, Yang Mulia."

Sang Buddha menegur mereka ... "Orang-orang dungu, bagaimana mungkin kalian melakukan hal ini? Hal ini akan mempengaruhi keyakinan orang-orang ..." ... "Dan, para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:

Aturan awal

"'Aku tidak akan buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air," ini adalah bagaimana kalian harus berlatih.'"

Dengan cara inilah Sang Buddha menetapkan aturan latihan ini untuk para bhikkhu.

Sub-kisah kedua

Tidak lama kemudian, karena takut melakukan kesalahan, para bhikkhu yang sakit tidak buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air. Mereka memberitahu Sang Buddha. Segera setelah itu Sang Buddha membabarkan suatu ajaran dan berkata kepada para bhikkhu: "Para bhikkhu, Aku memperbolehkan seorang bhikkhu yang sakit untuk buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air.

Dan para bhikkhu, aturan latihan ini harus dibacakan sebagai berikut:

Aturan akhir

"'Ketika tidak sakit, aku tidak akan buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air," ini adalah bagaimana kalian harus berlatih.'"

Jika seseorang tidak sakit, maka ia tidak boleh buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air. Jika, karena tidak hormat, seorang bhikkhu yang tidak sakit buang air besar, buang air kecil, atau meludah di air, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Tidak ada pelanggaran

Tidak ada pelanggaran: Jika itu tidak disengaja; jika ia tidak sadar; jika ia tidak mengetahui; jika ia sakit; jika ia melakukannya di tanah yang kering, tetapi kemudian mengalir ke air; jika terjadi situasi darurat; jika ia gila; jika ia kehilangan akal sehat; jika ia dikuasai kesakitan; jika ia adalah pelaku pertama.

Aturan latihan yang kelima belas selesai

SUB-BAB KETUJUH TENTANG SEPATU SELESAI

"Para Mulia, aturan-aturan yang harus dilatih telah dibacakan. Sehubungan dengan hal ini aku bertanya kepada kalian, "Apakah kalian murni dalam hal ini?' Untuk kedua kalinya aku bertanya, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Untuk ketiga kalinya aku bertanya, 'Apakah kalian murni dalam hal ini?' Kalian murni dalam hal ini dan oleh karena itu kalian berdiam diri. Aku akan mengingatnya demikian."

Aturan-aturan yang harus dilatih selesai

BAB TENTANG LATIHAN SELESAI
9
Sutta Vinaya / Sekhiya 74
« Last post by Indra on 16 September 2022, 09:37:40 PM »
Koleksi Theravāda tentang Hukum Monastik
Aturan Kebhikkhuan dan Analisisnya
Bab tentang Latihan
Sub-bab tentang Sepatu
 
Sekhiya 74. Aturan Latihan tentang Buang Air pada Tumbuhan Budidaya
 
Kisah Asal-mula

Pada suatu ketika Sang Buddha sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Vihara Anāthapiṇḍika. Pada saat itu para bhikkhu dari kelompok enam sedang buang air besar, buang air kecil, dan meludah pada tumbuhan budidaya. ...

Aturan akhir

"'Ketika tidak sakit, aku tidak akan buang air besar, buang air kecil, atau meludah pada tumbuhan budidaya,' ini adalah bagaimana kalian harus berlatih."

Jika seseorang tidak sakit, maka ia tidak boleh buang air besar, buang air kecil, atau meludah pada tumbuhan budidaya. Jika, karena tidak hormat, seorang bhikkhu yang tidak sakit buang air besar, buang air kecil, atau meludah pada tumbuhan budidaya, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Tidak ada pelanggaran

Tidak ada pelanggaran: Jika itu tidak disengaja; jika ia tidak sadar; jika ia tidak mengetahui; jika ia sakit; jika ia melakukannya di tempat di mana tidak terdapat tumbuhan budidaya, tetapi kemudian mengalir kepada tumbuhan budidaya; jika terjadi situasi darurat; jika ia gila; jika ia adalah pelaku pertama.

Aturan latihan yang keempat belas selesai
10
Sutta Vinaya / Sekhiya 73
« Last post by Indra on 16 September 2022, 09:22:59 PM »
Koleksi Theravāda tentang Hukum Monastik
Aturan Kebhikkhuan dan Analisisnya
Bab tentang Latihan
Sub-bab tentang Sepatu
 
Sekhiya 73. Aturan Latihan tentang Buang Air Sambil Berdiri
 
Kisah Asal-mula

Pada suatu ketika Sang Buddha sedang menetap di Sāvatthī di Hutan Jeta, Vihara Anāthapiṇḍika. Pada saat itu para bhikkhu dari kelompok enam sedang buang air besar dan buang air kecil sambil berdiri. ...

Aturan akhir

"'Aku tidak akan buang air besar atau buang air kecil sambil berdiri,' ini adalah bagaimana kalian harus berlatih."

Jika seseorang tidak sakit, maka ia tidak boleh buang air besar atau buang air kecil sambil berdiri. Jika, karena tidak hormat, seorang bhikkhu yang tidak sakit buang air besar atau buang air kecil sambil berdiri, maka ia melakukan pelanggaran perbuatan salah.

Tidak ada pelanggaran

Tidak ada pelanggaran: Jika itu tidak disengaja; jika ia tidak sadar; jika ia tidak mengetahui; jika ia sakit; jika ada bahaya; jika ia gila; jika ia adalah pelaku pertama.

Aturan latihan yang ketiga belas selesai
Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 10